OK
Selamat Datang di DELISA GROUP!

TIPS MERAWAT PAKAIAN DALAM ANAK DENGAN BENAR

Post by. Coriate

Date: 11 Des 2018


Pada umumnya, perawatan pakaian dalam anak tidak jauh berbeda dengan perawatan pakaian dalam orang dewasa. Perawatan perlu dilakukan supaya pakaian dalam lebih awet. Dengan demikian, Anda pun akan lebih hemat karena tidak perlu terlalu sering membeli celana dalam.


Selain itu, perawatan yang benar akan berdampak pada kesehatan organ vital. Pakaian dalam yang kotor merupakan sumber penyakit. Oleh karena itu, merawat pakaian dalam dengan benar adalah kewajiban yang tidak boleh diabaikan. Nah, apa saja hal-hal yang perlu dilakukan untuk itu?


  1. Hindari mencuci pakaian dalam di laundry
    Bagi anak yang sedang berada dalam tahap toilet training, wajar jika sesekali ia masih BAK (buang air kecil) tanpa aba-aba. Namanya saja sedang belajar, ada kalanya belum sempurna. Namun, dampak dari latihan ini adalah pakaian dalam anak yang kotor pun menumpuk.
    Sementara itu, pekerjaan ibu lainnya sangat banyak. Salah satu cara untuk meringankan beban tersebut adalah memanfaatkan jasa laundry untuk mencuci pakaian. Nah, khusus untuk pakaian dalam sebaiknya berhati-hati. Sangat disarankan agar pakaian dalam anak tidak dicuci di laundry.
    Pasalnya, pakaian dalam anak cenderung lebih kotor karena air seni atau noda kotor lainnya. Jika hanya memanfaatkan mesin pencuci pakaian, kotoran tersebut tidak hilang dengan maksimal. Padahal pakaian dalam yang kotor sangat tidak baik bagi kesehatan organ vital.
  2. Hindari  menggunakan pemutih atau pengharum pakaian
    Pakaian dalam bukan untuk dilihat oleh orang lain. Setelah mengenakan pakaian dalam, anak pasti menggunakan pakaian luar berupa baju dan celana. Oleh karena itu, penampilan pakaian dalam anak sebenarnya bukan hal yang utama. Hindari menggunakan pemutih untuk menciptakan kesan kinclong pada pakaian dalam. Selain tidak terlalu perlu, zat kimia pemutih juga dapat berbahaya bagi organ vital.
    Hal lain yang perlu dihindari adalah menggunakan pengharum pakaian. Pakaian dalam anak sebaiknya memang bersih dan wangi. Namun, Anda tidak perlu menggunakan pengharum pakaian untuk membuatnya terkesan demikian. Mengapa? Sama halnya dengan pemutih, pengharum pakaian juga mengandung zat kimia yang tidak baik bagi kesehatan organ vital anak.
    Meskipun tidak menggunakan pemutih dan pengharum pakaian, Anda tetap harus menjaga kebersihan pakaian dalam anak. Jangan sampai pakaian tersebut juga terlihat kumuh, berjamur, bau apek, dan sebagainya.
  3. Cuci pakaian dalam dengan baik supaya benar-benar bersih
    Tips lainnya yang perlu Anda lakukan adalah selalu mencuci pakaian dalam anak dengan baik supaya terbebas dari zat kimia yang berasal dari sabun cuci. Untuk mencuci pakaian dalam, sebaiknya gunakan air yang mengalir supaya benar-benar bersih. Jika tidak, Anda bisa merendamnya di air bersih dan membilasnya sebanyak dua kali.
    Saat membilas, manfaatkan keluwesan tangan untuk mengucek seluruh sisi pakaian dalam. Pastikan sisa-sisa sabun tidak terasa lagi. Setelah itu, tekan pakaian dalam supaya airnya berkurang. Jika busa masih terlihat, Anda sebaiknya membilas sekali lagi.
  4. Cuci pakaian dalam anak dengan sabun khusus
    Khusus untuk balita, sebaiknya gunakan sabun cuci yang bebas deterjen. Saat ini, ada banyak jenis sabun cuci pakaian yang diklaim aman untuk anak. Terbuat dari bahan yang lembut, sabun cuci pakaian ini sangat nyaman digunakan.
    Memilih sabun yang tepat sangat penting. Meskipun kemungkinannya lebih kecil, sisa sabun yang tertinggal dapat berdampak pada kesehatan kulit anak, yaitu dapat menyebabkan alergi.
    Oleh karena itu, salah satu cara untuk mengenali apakah sabun cuci pakaian dalam anak sudah benar yaitu selalu rutin mengecek kulit anak pada bagian yang tertutup oleh celana dalam. Jika bebas dari ruam, berarti tidak ada masalah pada sabun tersebut.
  5. Jangan menumpuk pakaian dalam kotor
    Jika Anda sedang dalam perjalanan dan anak tiba-tiba BAB (buang air besar) di celana, apa yang biasanya akan dilakukan? Dalam situasi demikian, orang tua biasanya akan langsung membungkus celana dalam di kantong plastik. Namun, cara ini bisa menyebabkan celana dalam bau, apalagi jika masih ada sisa kotoran.
    Sebaiknya, sebelum menyimpannya di tempat aman, bersihkan terlebih dahulu bekas kotoran di celana dalam dengan air mengalir. Ibu juga sebaiknya menyiapkan diri dengan paket sabun yang praktis dibawa ke mana-mana dan dapat dipergunakan untuk keperluan darurat. Ketika pakaian anak dalam terkena air seni atau bekas BAB, segera bersihkan di toilet umum yang memungkinkan.
    Demikian pula jika ada di rumah, pakaian dalam anak yang kotor karena noda sebaiknya segera dikucek dan dibersihkan. Selain menghindari bau, cara ini akan membuat tampilan celana tetap baik dan bebas dari noda. Jika dibiarkan kotor lebih dari satu hari, bisa jadi noda tersebut akan lebih sulit dihilangkan.
  6. Keringkan pakaian dalam anak dengan benar
    Tips lainnya yang perlu diperhatikan adalah dalam proses pengeringan. Sebaiknya, jangan langsung menjemur pakaian di bawah panas matahari karena dapat merusak elastisitasnya. Tempatkan pakaian dalam di tempat yang teduh, tetapi tidak lembab. Biarkan pakaian dalam kering secara alami.
    Anda juga tidak perlu menyetrika pakaian dalam karena akan merusak teksturnya. Hal ini memang merepotkan, khususnya pada musim hujan. Namun, supaya anak memiliki stok pakaian dalam yang cukup, belilah secara grosir di Delisa, pusat jual grosir pakaian dalam anak-anak yang berlokasi di Tanah Abang. Dengan demikian, Anda tidak perlu khawatir lagi karena pakaian dalam kering lebih lama.


Nah, demikian beberapa tips penting yang bisa diterapkan untuk merawat pakaian dalam anak. Tidak terlalu sulit, bukan? Selamat mencoba.