OK
Selamat Datang di DELISA GROUP!

MERAUP UNTUNG DARI BISNIS CELANA DALAM ANAK KARAKTER

Post by. Coriate

Date: 15 Nov 2018


Salah satu tahapan perkembangan anak adalah mampu buang air kecil (BAK) atau buang air besar (BAB) secara mandiri. Istilah yang sering digunakan untuk melatih anak melakukan hal ini adalah toilet training. Umumnya, pada usia 18 bulan hingga 2,5 tahun, anak menunjukkan kesiapan untuk memulai proses toilet training.


Anak yang berhasil melewati tahapan toilet training akan mampu BAK dan BAB sendiri. Anak juga tidak perlu lagi mengenakan popok sekali pakai (pospak) untuk menampung hasil BAK dan BAB. Hal lain yang perlu diperhatikan ketika melewati tahap ini adalah anak membutuhkan perlengkapan baru berupa celana dalam.


Anak Tidak Suka Mengenakan Celana Dalam

Dalam masa toilet training, wajar jika anak masih belum sepenuhnya mampu mengontrol keinginan untuk BAK. Jika menghadapi situasi ini, orang tua tidak boleh langsung memarahi atau merendahkan anak. Bagaimanapun, anak sedang berada dalam tahap belajar sehingga justru harus diapresiasi.


Nah, salah satu tantangan yang mungkin akan dihadapi orang tua dalam masa ini adalah penolakan anak untuk menggunakan celana dalam. Celana dalam umumnya digunakan sebagai perlengkapan pendukung yang dikenakan setiap orang sehari-hari untuk menjamin kenyamanan beraktivitas.


Ada beberapa alasan anak tidak suka mengenakan celana dalam, yaitu tidak terbiasa melakukannya, bahan celana dalam kurang nyaman bagi kulit, atau celana dalam terlalu ketat dan sempit. Jika mengalami hal-hal seperti ini, wajar jika anak merasa trauma dengan celana dalam.


Alasan lainnya adalah karena celana dalam terkesan tidak menarik, berbeda dengan pakaian anak pada umumnya yang memiliki gambar-gambar penuh warna. Hal ini menyebabkan anak kurang tertarik untuk mengenakannya atau bahkan cenderung menolak.


Peluang Kebutuhan Celana Dalam Karakter

Apakah anak pernah menolak mengenakan celana dalam? Sebagai orang tua, Anda tentu harus cermat memperhatikan penyebabnya. Apabila celana dalam tersebut kurang menarik karena bermotif polos, Anda bisa menggantinya dengan celana dalam yang dilengkapi gambar dari karakter tertentu.


Biasanya, anak sangat menyukai tokoh pahlawan dengan nuansa kartun, seperti Spiderman, Batman, Avengers. Ada pula jenis kartun lain, seperti Tayo, Frozen, Thomas, dan sebagainya. Jika gambar-gambar ini terdapat di celana dalam, bukan tidak mungkin anak pun akan langsung tertarik.


Jadi, untuk menyiasati penolakan anak terhadap penggunaan celana dalam, memilih celana dalam yang berhiaskan dengan karakter-karakter ini sangat disarankan. Melalui karakter yang dikenalnya, anak akan merasa lebih akrab dan terdorong untuk mengenakan celana dalam tanpa paksaan.


Jika pandai melihat kesempatan, hal ini juga berarti ada peluang bisnis besar yang menanti. Bagaimana tidak, menyediakan sejumlah pilihan bagi orang tua untuk membeli celana dalam anak merupakan hal yang sepele tetapi sangat penting. Tidak semua toko pakaian anak menawarkan celana dalam yang memiliki motif karakter tersebut.


Berbisnis Celana Dalam Anak Karakter

Saat ini, menjadi wirausaha merupakan salah satu profesi yang cukup banyak digeluti oleh generasi masa kini. Membangun bisnis sendiri dari nol bukan lagi hal yang menimbulkan rasa malu. Setiap orang berlomba-lomba untuk membangun lapangan kerja dan menuai untung dari berbagai bidang bisnis yang diminati.


Nah, salah satu bisnis menarik yang bisa dicoba adalah menjadi distributor celana dalam anak karakter. Apa saja hal yang perlu diperhatikan sebelum memulai bisnis ini?


Pertama, cari tempat yang tepat untuk membeli stok celana dalam anak karakter. Pilihan terbaik yang bisa Anda coba adalah Delisa, pusat jual grosir celana dalam anak-anak yang berlokasi di Tanah Abang. Dengan harga yang terjangkau dan kualitas yang tak kalah dengan produk impor, membeli celana dalam anak karakter di tempat ini cukup menarik.


Kedua, miliki modal secukupnya. Memulai bisnis memang tidak selalu tentang memiliki modal yang besar. Dengan modal kecil pun, Anda bisa membangun bisnis. Dengan modal kurang Rp100.000 misalnya, Anda sudah bisa membeli satu lusin celana dalam anak. Stok barang ini bisa dijual kembali kepada target-target pasar yang dituju.


Ketiga, pandai memilih karakter yang sedang digemari. Ada banyak pilihan karakter di celana dalam anak. Memilih karakter yang tepat dan sesuai kegemaran anak masa kini adalah sebuah keuntungan. Produk Anda tentu akan lebih dicari sehingga lebih cepat laku. Salah satunya karakter yang sedang tren belakangan ini adalah gambar bus Tayo. Anak-anak yang suka Tayo tentu akan lebih senang mengenakan celana dalam ini.


Keempat, jalankan bisnis dengan penuh kesungguhan. Bagi sebagian orang, berbisnis celana dalam mungkin akan terasa kurang prestisius. Namun, tidak ada yang memalukan dari suatu bisnis. Pasalnya, celana dalam juga merupakan suatu kebutuhan utama manusia, termasuk anak-anak.


Melakukan Promosi yang Tepat

Bisnis celana dalam anak karakter akan semakin berkembang jika didukung oleh strategi promosi yang menarik. Untuk itu, Anda pun tak boleh ketinggalan melakukan promosi, termasuk melalui media sosial maupun secara langsung. Promosi yang gencar akan membuahkan hasil yang luar biasa.


Salah satu bagian dari promosi jualan celana dalam adalah menyadarkan orang tua untuk menggunakan produk yang tepat untuk anak. Produk yang tidak nyaman akan membuat anak enggan mengenakan celana dalam. Padahal, mengenakan celana dalam adalah bagian dari kebiasaan dan kesopanan, khususnya ketika anak sudah mulai beranjak dewasa.


Nah, bagi Anda yang ingin memulai bisnis ini dan meraup untung yang besar, segeralah rancang persiapan yang tepat. Semoga sukses.